Archaebacteria adalah organisme yang metabolisme energi khasnya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi karbon dioksida (CO2).
Profil Kingdom Archaebacteria (Bakteri)
- Asal Kata (etimologi) : Archaio (Bahasa Yunani)
- Nama Lain : Bakteri Kuno/Tua/purbakala
- Pengertian : organisme yang metabolisme energi khasnya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi karbon dioksida (CO2)
- Klasifikasi : Metanogen, Halofil Ekstrim, dan Termofil Ekstrim
- Ciri-ciri Archaebacteria :
- Sel bersifat prokaryotik,
- Lipida pada membran sel bercabang,
- Tidak memiliki mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom.
- Habitat di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dan asam.
- Berukuran 0,1 um sampai 15 um, dan beberapa ada yang berbentuk filamen dengan panjang 200 m.
- Dapat diwarnai dengan pewarnaan Gram.
- Fungsi/Peranan :
- Enzim archaebacteria dapat ditambahkan ke sabun cuci (deterjen) dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci terhadap suhu dan pH yang tinggi
- Dapat digunakan untuk mengatasi pencemaran tumpahan minyak di laut.
- Digunakan industri untuk mengubah amilum menjadi dekstrin.
- Sifat : anaerobik dan kemosintetik
MAKALAH
TENTANG ARCHAEBACTERIA (BAKTERI)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan sains dari zaman ke zaman semakin
maju pesat. Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan peneliti
lain dari University of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki
ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut
dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup
eukariota dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokariota. Hal itu
menyebabkan sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari
anggota kingdom Monera lain yang disebut Eubacteria. Namun hingga sekarang yang
diakui sebagai sistem klasifikasi standar adalah sistem lima kingdom yang
ditemukan oleh Whittaker. (Wikipedia Ensiklopedia Bebas)
Makhluk hidup di kingdom Archaebacteria
tidak jauh berbeda dengan yang ada di kingdom Eubacteria karena mereka dulunya
satu kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrem.
Beberapa anggota archaea diketahui
merupakan organisme penghuni lingkungan paling ekstrim di bumi. Diantaranya,
hidup di dekat kantung-kantung gas di dasar laut, sementara lainnya berada pada
sumber mata air panas atau bahkan pada air dengan kadar garam/asam yang sangat
tinggi. Beberapa archaea juga ditemukan pada saluran pencernaan sapi, rayap.
Mereka juga dapat hidup pada lumpur di dasar laut tanpa oksigen sekalipun.
Namun, saat ini telah ditemukan beberapa archaea yang juga hidup pada kondisi
normal seperti bakteri kebanyakan.
Dalam kemajuan iptek seperti yang ada
pada saat ini, menuntut manusia untuk bekerja lebih keras lagi. Didalam setiap
pekerjaan sudah pasti terdapat resiko dari pekerjaan tersebut sehingga dapat
menimbulkan penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja ini di sebabkan oleh
beberapa faktor diantaranya adalah faktor biologi, fisik, kimia, fisiologi dan
psykologi. Sebagai contoh orang yang bekerja pada sektor peternakan atau pada
sektor pekerjaan yang berkontak langsung dengan lingkungan. Lingkungan dimana
mereka bekerja itu tidak selalu bersih dalam artian bebas dari sumber–sumber
penyakit yang berupa virus, bakteri, protozoa, jamur, cacing, kutu, bahkan
hewan dan tumbuhan besarpun dapat
menjadi sumber penyakit. Akan tetapi virus dan bakterilah yang menjadi penyebab
utama penyakit dalam kerja, khususnya pekerjaan yang berkontak langsung dengan
lingkungan.
Untuk mencegah terjangkitnya penyakit yang diakibatkan oleh bakteri tidak
hanya membutuhkan tindakan pengobatan saja tetapi juga diperlukan pengetahuan
tentang itu bakteri bagaimana bakteri tersebut dapat masuk ke dalam tubuh
manusia.
Hal itulah yang kemudian
melatarbelakangi sehingga dalam makalah ini Kami mengangkat Judul Makalah “Archaebacteria(Bakteri)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, yang
menjadi rumusan permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
- Apa
yang dimaksud dengan Archaebacteria?
- Bagaimana
Ciri-Ciri Archaebacteria?
- Bagaimana
Klasifikasi Archaebacteria?
- Apa
Peranan Archaebacteria dalam
kehidupan?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui
pengertian Archaebacteria.
2. Mengetahui
ciri-ciri dari Archaebacteria.
3. Mengetahui
klasifikasi Archaebacteria.
4. Mengetahui
peranan Archaebacteria dalam
kehidupan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Archaebacteria
Archaebacteria adalah organisme yang metabolisme energi khasnya membentuk gas metana (CH4) dengan cara mereduksi karbon dioksida (CO2).
Arkea atau archaea (bahasa Yunani: αρχαία— "yang tua"), juga disebut arkeobakteri, merupakan satu divisi organisme hidup yang utama. Meskipun filogeni yang tepat masih tidak dapat dipastikan untuk kumpulan-kumpulan ini, Arkea, Eukariota, dan Bakteria merupakan kelas yang termasuk sistem tiga domain. Sama dengan bakteria, Arkea merupakan organisme yang tidak memiliki nukleus, oleh sebab itu, Arkea termasuk Prokariota. Awalnya, termasuk dalam kerajaan Monera. Arkea berhabitat di lingkungan kotor, tetapi ditemukan bahwa arkea terdapat di setiap tempat. Pokok filogenetik berdasarkan data rRNA yang menunjukkan pemisahan bakteria, arkea, dan eukariota.
Arkea atau archaea (bahasa Yunani: αρχαία— "yang tua"), juga disebut arkeobakteri, merupakan satu divisi organisme hidup yang utama. Meskipun filogeni yang tepat masih tidak dapat dipastikan untuk kumpulan-kumpulan ini, Arkea, Eukariota, dan Bakteria merupakan kelas yang termasuk sistem tiga domain. Sama dengan bakteria, Arkea merupakan organisme yang tidak memiliki nukleus, oleh sebab itu, Arkea termasuk Prokariota. Awalnya, termasuk dalam kerajaan Monera. Arkea berhabitat di lingkungan kotor, tetapi ditemukan bahwa arkea terdapat di setiap tempat. Pokok filogenetik berdasarkan data rRNA yang menunjukkan pemisahan bakteria, arkea, dan eukariota.
Arkea ditemukan pada tahun 1977 oleh
Carl Woese dan George Fox berdasarkan pemisahan dari prokariot yang lain dalam
pohon filogentik rRNA 16S. Awalnya, kedua kumpulan ini adalah Arkeabakteria danEubakteria, dan dibagi dalam kingdom atau subkingdom yang diistilahkan oleh
Woses dan Fox sebagaiUrkingdom.
Woese berpendapat bahawa Arkea pada dasarnya merupakan satu cabang hidupan yang
berlainan. Ia kemudian memberi nama Arkea dan Bakteria untuk memperkuat
pendapatnya, dan berpendapat bahwa Arkea merupakan bagian dari tiga domain.
Istilah biologi, Arkea, harus tidak
dikelirukan dengan frasa geologi, eon Arkean, yang juga dikenal sebagai Era
Arkeozoik. Istilah kedua ini merujuk kepada zaman primordium dalam sejarah bumi
ketika Arkea dan Bakteria merupakan organisme bersel yang tunggal di bumi.
Fosil-fosil ini kemungkinan merupakan fosil mikroba yang berasal dari 3,8 juta
tahun yang lalu.
Escherichia coli, salah satu bakteri berbentuk batang - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas |
B. Ciri-ciri Archaebacteria
Berbagai bentuk tubuh bakteri, wikipedia |
Archaebacteria memilikiciri-ciri sebagai berikut.
1. Sel
bersifat prokaryotik.
2. Lipida
pada membran sel bercabang.
3. Tidak
memiliki mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, dan lisosom.
4. Habitat
di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi, dan asam.
5. Berukuran
0,1 um sampai 15 um, dan beberapa ada yang berbentuk filamen dengan panjang 200
m.
6. Dapat
diwarnai dengan pewarnaan Gram.
Archaebacteria berukuran dari 0,1 um
sampai 15 um, dan ada beberapa Archaebacteria yang berbentuk filamen mencapai
panjang 200 m. Bentuk Archaebacteria bervariasi, seperti berbentuk bola,
batang, spiral, cuping, dan empat persegi panjang. Bentuk-bentuk yang berbeda
ini menunjukkan perbedaan tipe metabolismenya.
Pada prinsipnya habitat Archaebacteria
di lingkungan bersuhu tinggi, bersalinitas tinggi dan asam. Tetapi biasanya
Archaebacteria dikelompokkan berdasarkan habitatnya, yaitu:
1. Halophiles, yaitu lingkungan yang
berkadar garam tinggi.
2. Methanogens, yaitu lingkungan yang
memproduksi methan. Ini dapat ditemukan pada usus binatang.
3. Thermophiles, yaitu lingkungan yang
mempunyai suhu tinggi.
Dalam contoh konkrit kalian dapat
menemukan Archaebacteria di gletser, asap hitam, tanah rawa, kotoran, air laut,
tanah dan saluran pencernaan makanan pada binatang seperti ruminansia, dan
rayap.
Terdapat juga pada saluran pencernaan
makanan pada manusia. Walaupun demikian, Archaebacteria biasanya tidak
berbahaya bagi organisme lainnya dan tidak satu pun dikenal sebagai penyebab
penyakit.
C. Klasifikasi Archaeobakteria
Jika berdasarkan habitatnya,
Archaeobakteria dapat dibedakan menjadi:
- Metanogen
adalah Archaebacteria yang hidup pada lingkungan anaerobik yang ekstrim
seperti pada lumpur di dasar rawa dan danau, saluran pencernaan hewan dan
manusia, serta di bawah lapisan es Greenland. Kelompok ini mampu
menghasilkan gas metana (CH4) dari H2 dan CO2. Contoh: Lachnospira
multiporus (memecah pektin), Succinomonas amylolytica dan Ruminococcus albus
(memecah selulosa);
- Halofil
adalah Archaebacteria yang hidup pada habitat yang berkadar garam tinggi
12 – 15% (sementara kadar garam air laut sekitar 3,5%). Contoh: genus
Halobacterium, Halorubrum, Halococcus, dan Haloarcula dan ;
- Termofil
adalah Archaebacteria yang hidup pada lingkungan bersuhu tinggi dan
bersifat asam. Contohnya genus Sulfolobus dan Pyrolobus fumari.
D. Peranan Archaeobakteria
Archaeobakteria juga mempunyai peranandalam kehidupan, diantaranya:
- Enzim
archaebacteria dapat ditambahkan ke sabun cuci (deterjen) dengan tujuan
untuk meningkatkan kemampuan sabun cuci terhadap suhu dan pH yang tinggi.
- Dapat
digunakan untuk mengatasi pencemaran tumpahan minyak di laut.
- Digunakan
industri untuk mengubah amilum menjadi dekstrin.
BAB III PENUTUP
- Kesimpulan
Perkembangan sains dari zaman ke zaman
semakin maju pesat. Pada tahun 1977 seorang mikrobiolog bernama Carl Woese dan
peneliti lain dari University of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang
memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok
tersebut dinamakan Archaebacteria. Dalam sistem klasifikasi pada sistem enam
kingdom, Archaebacteria termasuk dalam satu kingdom tersendiri. Yang termasuk
Archaebacteria, yaitu bakteri yang hidup di sumber air panas, di tempat
berkadar garam tinggi, di tempat yang panas dan asam.
- Saran
Untuk menyempurnakan pembahasan ini, Kami tak
henti-hentinya meminta kritik dan saran yang konstruktif.
DAFTAR
PUSTAKA
https://phylo2.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Arkea
https://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri
https://makalah-web.blogspot.com/
Kata Kunci :
- Archaebacteria makalah archaebacteria makalah tentang eubacteria struktur tubuh archaebacteria archaebacteria wikipedia apa gambar archaebacteria dan eubacteria materi archaebacteria dan eubacteria pdf bentuk archaebacteria foto klasifikasi archaebacteria dan eubacteria facebook fungsi archaebacteria habitat archaebacteria komposisi rna archaebacteria materi archaebacteria struktur archaebacteria klasifikasi archaebacteria video klasifikasi archaebacteria dan eubacteria ciri archaebacteria ppt doc pdf download kompas artikel trisniatma kelasipa buku ilmudasar manfaat archaebacteria biologi scribd archaebacteria adalah reproduksi archaebacteria contoh archaebacteria definisi quotes quote contoh archaebacteria dan peranannya kaskus Arkea atau archaea generasibiologi sridianti dictionary tugas wiki indonesia youtube biologywise westerville perbedaan archaebacteria dan eubacteria kompasiana apa yang dimaksud archaebacteria dan eubacteria anaerobik dan kemosintetik arti
makasih makalahnya sangat bermanfaat....
BalasHapussama-sama pak.. kalau ada kendala atau saran untuk blog makalah kami.. tlong disampaikan pak... terima kasih
Hapus